Percakapan romantis sepasang suami istri yang LDR

903 views

perihal kebahagian memang terkadang harus di raih dengan mengesampingkan kedekatan.

Hubungan ldr

LDR, lelah di siksa rindu

 

LDR.

–LAKI-LAKI–
Kamu tahu jika kita saat ini bukanlah dua orang yang terikat janji saja, kita bukan lagi sepasang kekasih yang masih mencoba untuk setia, kita adalah dua orang yang sudah terikat kebersamaan selamanya. Ingat, saat kita memutuskan untuk bersama, berarti kamu harus mendukungku sepenuhnya, kamu harus paham dengan yang aku lakukan, hal-hal yang ingin aku perjuangkan, juga sesuatu yang sebelumnya sudah di rencanakan. Itu adalah kebahagiaan. Perihal kebahagiaan juga tak bisa begitu mudah di dapat, ada kalanya kita harus berpegang erat. Tentu dalam kesetaraan, dalam hal perasaan, sebab aku tak ingin ada sesuatu yang bisa melemahkan. Aku ingin kita tetap seimbang, tetap sejalan meski di hadapkan masa sulit saat mengambil keputusan. Dan kamu tahu keputusan itu apa? Kamu sudah paham namun tak bisa merelakan. Kamu terlalu takut kita di penjarakan waktu untuk saling pandang, kamu takut jika aku akan lelah ketika berjauhan. Mengertilah, cukup jarak saja yang memisahkan, aku sama sekali tidak ingin kita menemui kebosanan. Kamu harus percaya, jika jarak hanya memisahkan kita untuk saling bertemu, tetapi tak bisa membuatku berpaling dari sebuah rindu.

Namun, hal yang sudah aku tata ternyata tidak kamu terima, kamu masih merasa curiga. Aku mengerti dengan utuh apa yang kamu rasa, aku paham sepenuhnya. Kamu tidak lagi ingin kita di pisahkan, tak mau jika ada jarak yang mengacaukan. Bukankah kita sudah pernah melewatinya? 2 tahun sudah kita mencoba. Dan pada akhirnya kita di satukan kembali setelah sekian lama. Kini, aku sudah ada di sampingmu, menjadi orang yang tidak lagi kau peluk Dengan rindu. namun nyata, benar-benar ada.

Dengan waktu yang terus berputar. Lalu, kita di pertemukan kembali dengan masa itu, di mana kita tidak bisa untuk saling bertemu, kamu menolak sekuat hatimu. Sedangkan yang aku rasakan justru berbeda, kita memang harus di pisahkan lagi untuk waktu yang lama, aku tak bisa lagi bermanja-manja denganmu penuh asmara. Sejujurnya ini bukanlah hal yang aku inginkan, aku juga ingin selalu menikmati dekapan.

Perempuan.

gendoon.com LDR

Namun, kamu terus memaksaku untuk menerima, kamu terus meyakinkan aku supaya rela, meski kau tahu aku tak sekuat itu melaluinya. Aku tak bisa membiarkanmu pergi begitu saja, meski aku tahu kamu akan kembali nantinya. Pahami, aku terus merasa cemburu padamu, aku tak lagi kuat seperti dulu. Aku terlalu rapuh untuk hidup tanpa kamu di sisiku. Bukankah ini adalah hal yang wajar bagi seseorang yang sudah setia, wajar bagi seseorang yang begitu dalam menjatuhkan cinta. Harusnya kamu juga lebih paham, lebih mengerti jika bukan hanya kamu saja yang ingin di mengerti, aku pun ingin kamu lebih peduli. Tentunya dengan kamu ada di sini dan memang seharusnya kamu tak kemana-mana lagi. Biarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya, aku rela bersusah-susah denganmu seperti semula. Kita juga telah berusaha, kita telah melalui dengan berbagai cara. Aku bukan lagi anak kecil yang harus lebih banyak di nasehati, aku lelah menunggu waktu untuk melihatmu kembali.

 

Sekarang, coba kamu pikirkan. Bukankah kita selama ini sudah melalui banyak jalan? Banyak halangan yang telah kita tuntaskan. Apa lagi yang ingin kamu cari di luar sana, jika denganmu saja aku sudah merasa bahagia. Kamu tak perlu lagi memenjarakan hubungan kita. Waktu itu sudah habis, sudah tidak ada lagi sebab aku telah lelah menangis. Itulah mengapa aku ingin kamu tetap di sini, aku tak ingin lagi kita di pisahkan oleh jarak yang terlampau jauh. Nantinya kita hanya menjadi dua orang yang acuh, dan lama-lama merasa tak saling butuh. Kamu paham dengan itu? Kamu tahu namun tak ingin tahu. Kamu mengerti namun ingin jarak memisahkan kita lagi. Sebab aku paham, meski cintamu tetap saja menganggapku sebagai tempat kepulangan, namun aku sudah sadar jika aku tak mampu lagi di pisahkan, aku ingin kita berdua yang berjuang. Kamu tetaplah di sini, menemaniku hingga kelak nanti. Hingga kita semakin tua, tersirat gurat wajah rapuh di telan usia.

 

Oleh gendoon.

Dalam seri sebuah usaha melepaskan part 22

hubungan jarak jauh kehidupan rumah tangga LDR

Penulis: 
author
Kami adalah seorang penulis yang giat menulis dan membaca, berbagi informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk diri kami sendiri dan orang lain.

Posting Terkait

Tinggalkan pesan